Berbicara tentang lensa kamera DSLR, ada beberapa poin yang harus Anda ketahui, diantaranya adalah kualitas optik, diafragma, AutoFocus, mount, dan stabilizer. Semua penting termasuk stabilizer yang biasanya memiliki nama berbeda tergantung merek lensa. Lalu, apa fungsi stabilizer lensa tersebut? khususnya lensa kamera DSLR? Stabilizer lensa atau sering disebut Image Stabilizer, merupakan sebuah teknologi yang diterapkan khusus untuk mengurangi keburaman gambar dari kamera. Meski lebih dikenal terdapat pada lensa kamera, namun stabilizer sebenarnya juga digunakan pada peralatan teropong, kamera video dan teleskop. Stabilizer tradisional adalah menggunakan tripod atau penyangga lain karena keburaman foto sering terjadi karena goncangan dari kamera. Hal ini terjadi karena tangan manusia sebenarnya tidak benar-benar kokoh dan tenang dalam memegang kamera. Secara umum produsen lensa memberi bocoran bahwa prinsip kerja fitur stabilizer lensa adalah dengan mengandalkan sebuah gyrosensor yang sanggup mendeteksi getaran pada kamera. Kemudian mekanik ini melakukan kompensasi secara mekanik guna meredam getaran itu. Namun perlu diketahui juga bahwa ada dua versi kompensasi mekanik diantaranya adalah prinsip lens-shift yang menambahkan elemen stabilizer pada lensa atau sensor-shift dimana stabilizer dipadukan pada sensor. Jadi prinsip lens-shitt adalah mekanik dari fungsi stabilizer lensa secara umum dan banyak dijumpai. Anda bisa melihat di sisi lensa DSLR yang memang memiliki fitur stabilizer, akan telrihat tuas berkode VR atau IS atau VC atau OS dan lain-lain sesuai produk. Itulah tuas stabilizer. Manfaat Utama Stabilizer Lensa Kamera Seperti yang sudah dijelaskan diatas, stabilizer lensa berpengaruh pada kualitas foto meski terkadang tidak terlalu siginifikan. Stabilizer akan sangat dibutuhkan ketika kita memotret menggunakan kecepatan rana rendah ditambah saat menggunakan panjang fokal maksimal, terutama lensa tele. Karena pada kondisi begitu tangan sepertinya sangat terlihat ketidakstabilannya dan berpotensi mengganggu akibat goncangan yang ditimbulkan. Stabilizer menjadi “mesin” penyelamat foto Anda agar tetap tajam dalam penggunaan yang wajar. Salah satu kasus sebagai contoh, Anda bisa tetap stabil menggunakan shutter speed 1/125 pada fokal 100mm. Namun ketika menggunakan shutter speed 1/60 pada fokal 100mm goncangan akan cukup mengganggu hasil foto. Nah, jika Anda menggunakan lensa yang memiliki stabilizer, pada kondisi demikian foto tidak akan begitu mengalami keburaman dengan catatan objek foto juga tidak bergerak aktif. Secara teoristis, teknologi Stabilizer dianggap mampu menghemat exposure sebanyak empat stop. Jadi itulah fungsi stabilizer lensa. Sebagai pengingat pula, Aperture tidak terpengaruh dengan goncangan. Penamaan Stabilizer Untuk brand lensa-lensa dan kamera terkenal biasanya menamai sistem stabilizer dengan nama-nama berbeda. Berikut ini daftarnya VR Vibration Reduction penamaan dari Nikon yang sudah dirancang sejak 1994. IS Image Stabilizer penamaan dari Canon yang sudah dirancang sejak 1995 OS Optical Stabilizer penamaan dari Sigma produsen lensa. VC Vibration Compensation penamaan dari Tamron produsen lensa. SR Shake Reduction penamaan dari Pentax Dan masih banyak penamaan lain sesuai dengan perusahaan pembuatnya. Namun pada era modern saat ini, beberapa produsen lensa terkenal melakukan inovasi dengan memberikan fitur stabilizer double. Sebagai contoh VR II dimana tuas stabilizer dapat diatur off, VR I dan VR II dengan kemampuan yang lebih baik lagi. Pada lensa Canon ada teknologi terbaru bernama Hybrid IS yang berfungsi mengatasi goncangan saat melakukan foto makro. Pada Nikon terdapat mode Active yang bisa dimanfaatkan ketika kita sedang berada di kendaraan atau sedang berlari. Berikut ini adalah pertanyaan dan jawaban yang sering dilontarkan tentang stabilizer, diantaranya adalah Kapan stabilizer mulai bekerja? Stabilizer mulai bekerja saat tombol rana ditekan setengah saat mengunci fokus. Pada saat itulah stabilizer bekerja dan berusaha meredam goncangan. Apakah stabilizer membuat kita bisa seenaknya menggerakan tangan? Tidak sepenuhnya demikian karena posisi tubuh dan tangan yang sudah berada pada diam serta stabil memungkinkan stabilizer akan bekerja lebih optimal. Bagaimana jika menggunakan shutter speed sangat rendah? Pada pengaturan kecepatan rana yang rendah membuat kinerja stabilizer kian semakin berat. Alhasil pada kondisi ini fitur stabilizer menjadi tidak ada gunanya, dan Anda sangat membutuhkan tripod. Yang pasti lensa dengan fitur stabilizer memiliki harga yang lebih mahal dibanding tanpa stabilizer. Bahkan beberapa lensa memiliki harga yang terpaut sangat jauh. Selain itu juga akan lebih boros baterai karena stabilizer memiliki mekanik yang dijalankan dengan power baterai. Mengenal Fungsi Stabilizer Lensa Kamera DSLR
Halini terjadi secara tiba-tiba ataupun berkembang perlahan-lahan dan tersembunyi; dua kelainan yang berbeda yang terlibat. Jenis mendadak/secara tibatiba (acute close-angle glucoma) dapat menyebabkan sakit mata merah. 5. Lensa kontak Ada dua jenis utama lensa: hard (gas-permeable) dan soft (hidrogel).
Merekam video dengan menggunakan tambahan stabilizer akan membuat hasil rekaman jauh lebih stabil dan enak dilihat. Mau tahu apa aja rekomendasinya? Yuk, cek pilihan dari para ahli di Daftar isi Fotografi dianggap sebagai hobi yang mahal bagi banyak orang Banyak aksesoris kamera yang harus dimiliki Aksesoris kamera yang harus kamu miliki agar menjadi fotografer profesional Tips memilih stabilizer gimbal yang pastinya cocok untuk peralatan fotografi kamu 10 Rekomendasi stabilizer gimbal yang cocok sebagai aksesoris kamera kesayangan kamu Baca juga 30 Rekomendasi Kamera Harga Rp 3 Jutaan yang Kualitasnya Tak Kalah dengan Kamera Mahal dari para Ahli Fotografi 2023 Hasilkan Gambar yang Tajam dengan 7 Rekomendasi Kamera Zaman Sekarang dari Merek-merek Ternama 2023 30 Kamera GoPro dan Merk Lainnya untuk Mengabadikan Berbagai Aksi yang Menantang dari Pakar Kamera 2023 Siapa pun Bisa Jadi Fotografer Asal Punya 11 Peralatan Fotografi Dasar untuk Pemula Ini! Mau Jadi YouTuber Sukses ? Ini 10 Rekomendasi Perlengkapan YouTuber yang Harus Kamu Miliki Fotografi dianggap sebagai hobi yang mahal bagi banyak orang Setiap orang tentu memiliki aktivitas favorit yang kemudian menjadi hobi. Dari sekian banyak hobi yang umum dimiliki oleh setiap orang, fotografi menjadi salah satu hobi yang dianggap mahal. Tentu hal ini merujuk pada setiap kebutuhan yang diperlukan untuk menjalankan hobi tersebut. Meski sudah banyak ponsel yang dibekali kamera, rasanya kurang puas jika tidak memiliki kamera atau lensa yang. Padahal perangkat fotografi sendiri dibanderol dengan harga yang tidak murah, bahkan mencapai puluhan juta tergantung spesifikasi. Belum lagi dengan berbagai aksesoris yang diperlukan untuk menunjang hobi. Banyak aksesoris kamera yang harus dimiliki Berbicara mengenai aksesoris kamera, ada beragam aksesoris yang umum dimiliki para penggemar fotografi. Keberadaan aksesoris ini akan menunjang kegiatan mengambil gambar. Bahkan, banyak yang mengatakan bahwa adanya aksesoris akan membantu fotografer dalam meningkatkan kualitas hasil jepretannya. Aksesoris fotografi yang lengkap akan membuat fotografer lebih leluasa dalam mengambil gambar. Selain hasil yang menjanjikan, eksplorasi obyek juga lebih menyenangkan. Sebab, keberadaan aksesoris juga mampu melindungi kamera dari kerusakan. Aksesoris kamera yang harus kamu miliki agar menjadi fotografer profesional Lensa kamera Ada beragam aksesoris kamera yang patut kamu miliki untuk menunjang kinerja sebagai fotografer profesional. Aksesoris yang pertama sekaligus yang utama adalah lensa kamera. Lensa adalah elemen penting dalam kegiatan fotografi untuk mencapai hasil foto yang diinginkan. Dibandingkan dengan aksesoris lain, para fotografer biasanya rela berinvestasi lebih untuk mendapatkan kamera yang berkualitas dan berspesifikasi tinggi. Secara garis besar lensa menentukan ketajaman hasil foto. Namun, kini lensa hadir dengan jenis yang beragam dan kegunaan yang berbeda-beda pula. Misalnya saja lensa wide untuk bidang potret yang luas, lensa fixed untuk menghasilkan depth of field yang sempit, atau lensa tele untuk memotret obyek yang jauh. Diffuser Aksesoris berikutnya yang perlu dipertimbangkan untuk dimiliki adalah diffuser. Diffuser kerap disebut sebagai aksesoris setengah wajib bagi para fotografer. Alat ini digunakan untuk mengurangi shadow pada obyek yang hendak dipotret. Pemasangan diffuser adalah sebagai sumber cahaya agar tidak membuat bayangan menjadi keras. Alat ini juga memilikifungsi reflector untuk memantulkan cahaya ke arah yang diinginkan. Ada berbagai variasi dan ukuran diffuser yang ditawarkan di pasaran. Tentu pemilihannya perlu disesuaikan dengan kebutuhan. Tripod Tripod adalah aksesoris berikutnya yang patut dimiliki setidaknya satu bagi setiap fotografer. Meski kerap ditinggalkan karena ukurannya yang besar, nyatanya tripod sangat menunjang kegiatan fotografi. Misalnya saja bagi para pemula yang masih belum terbiasa menggenggam kamera atau bagi para fotografer yang ingin mengambil foto dengan teknik long exposure. Selain lebih mudah, pengambilan foto dengan bantuan tripod akan memberikan hasil yang stabil. Keberadaan tripod juga bisa membantumu dalam berkreasi dalam hal fotgrafi. Misalnya saja untuk mengambil eksposur laa kala memotret dalam kondisi minim cahaya agar hasil foto tidak buram. Tas kamera Mengingat harganya yang tidak murah, tentu kamera tidak boleh disimpan sembarangan. Salah satu cara praktis menyimpannya adalah menggunakan tas kamera. Tas kamera merupakan aksesoris yang berguna dalam menjaga kamera, lensa, serta perlengkapan fotografi lainnya tetap dalam kondisi baik. Keberadaan tas kamera juga memudahkan pemiliknya dalam mengorganisir perlengkapan fotografi, sehingga tidak tercecer, hilang, atau bahkan rusak. Tas kamera yang ringkas membuatnya praktis dalam membawa kamera kala bepergian. Ada berbagai jenis dan ukuran tas kamera yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Stabilizer gimbal Aksesoris berikutnya yang patut dimiliki oleh para fotografer adalah stabilizer gimbal. Alat ini biasanya digunakan untuk menjaga stabilan kala mengambil gambar sambil bergerak maupun berjalan. Umumnya stabilizer gimbal digunakan untuk kamera DSLR atau mirrorless, namun kini ada pula stabilizer gimbal untuk action camera dan smartphone. Jika dibandingkan monopod, stabilizer gimbal memberikan hasil perekaman yang lebih stabil dan minim goyangan. Berbeda dengan monopod yang mendukun kamera steady di tanah, stabilizer diperuntukkan penggunaan handled. Pengambilan gambar dalam waktu lama pun menjadi lebih nyaman dan stabil. Tips memilih stabilizer gimbal yang pastinya cocok untuk peralatan fotografi kamu Cek kestabilan Tertarik membeli stabilizer untuk mendukung kegiatan fotografimu? Ada beberapa tips yang bisa diikuti agar dapat memilih stabilizer gimbal yang cocok dengan perangkatmu. Tips yang pertama adalah cek kestabilan alat yang hendak dibeli. Bukan rahasia lagi, dalam memilih stabiliizer gimbal,kestabilan gerakan gimbal adalah yang utama. Kestabilan alat ini akan mendukung hal pengambilan gambar, sehingga tidak goyang dan blur. Untuk mengecek kestabilannya, kamu bisa mencoba menggeraknya ke segala arah. Pilih stabilizer yang sesuai perangkat Tips berikutnya adalah pastikan untuk memilih stabilizer yang sesuai dengan perangkat fotografimu. Kamera, action cam, dan smartphone tentu membutuhkan stabilizer gimbal yang berbeda untuk mengambil gambar. Perbedaan ini tidak hanya dipengaruhi oleh dimensi, namun juga kapasitas bobot yang dimiliki oleh stabilizer. Saat membeli stabilizer gimbal, kamu bisa membawa kamera atau smartphone yang hendak dipakai untuk menyesuaikannya. Hindari membelinya secara random, sebab bisa jadi stabilizer yang dibeli tidak sesuai dengan perangkatmu. Pilih stabilizer yang nyaman digunakan Kenyamanan kala menggunakan stabilizer menjadi hal berikutnya yang patut diperhatikan. Aspek yang paling mendukung kenyamanan pemakaian adalah desain dan bobot stabilizer. Model dan bobot yang sesuai akan membuatmu nyaman mengambil gambar meski dalam waktu yang lama. Bagi yang tengah mencari stabilizer dengan model handled, pilih yang memiliki berat di bawah 1 kg. Selain lebih ringan, stabilizer juga mudah dibawa bepergian. Bagi kamu yang sudah berpengalaman, stabilizer model body-mount bisa dipilih untuk memudahkan pengaturan pemberat untuk posisi horizontal kamera. Pahami fungsi stabilizer yang sebenarnya Tips terakhir dalam memilih stabilizer adalah memahami fungsi sebenarnya dari stabilizer. Agar dapat memanfaatkan stabilizer secara maksimal, sebaiknya kenali dan pahami kegunaan alat sebelum membelinya. Secara umum stabilizer berfungsi untuk menjaga hasil perekaman agar minim goyangan atau lebih stabil. Sebenarnya stabilizer memiliki fungsi yang sama dengan monopod. Namun, jika dibandingkan dengan monopod tentu stabilizer memberikan hasil yang lebih mulus kala digunakan untuk mengambil gambar angle atas. 10 Rekomendasi stabilizer gimbal yang cocok sebagai aksesoris kamera kesayangan kamu AUQOZ S5 3-Axis Professional Gimbal AUQOZ S5 3-Axis Professional Gimbal adalah stabilizer gimbal pertama yang masuk dalam daftar rekomendasi. Stabilizer gimbal ini terbuat dari bahan ABS, PC, dan aluminium. Produk ini mendukung dua arah pemotretan, yaitu melalui fungsi mobile Bluetooth dan aplikasi stabilizer. Fitur anti shaking yang melengkapinya membuat hasil video lebih mulus dan tidak putus-putus. Produk ini dibekali dengan baterai 3000 mAh dengan kemampuan isi daya ponsel langsung dari stabilizer. AUQOZ S5 3-Axis Professional Gimbal bisa digunakan sekitar 12 jam dengan diimbangi kamera yang terpasang. Harga Rp. Moza Mini MX 3-Axis Gimbal Stabilizer Rekomendasi produk berikutnya adalah Moza Mini MX 3-Axis Gimbal Stabilizer. Produk ini merupakan stabilizer gimbal smartphone yang kuat. Tidak hanya menunjang hasil video yang stabil, namun juga dapat mengisi daya dan mengontrol smartphone. Moza Mini MX 3-Axis Gimbal Stabilizer memungkinkan penggunanya untuk mengatur kamera dengan melakukan dolly-zoom, penyesuaian fokus, hingga time-lapse. Untuk meningkatkan eksposur, tersedia pula handweel sebagai kontrol. Produk ini juga memiliki 8 follow mode yang berbeda dengan posisi manual serta rotasi 360°. Harga Rp. Feiyu AK4500 Basic 3 Axis Handheld Gimbal Stabilizer Feiyu AK4500 Basic 3 Axis Handheld Gimbal Stabilizer adalah produk yang cocok dipilih bagi yang tengah mencari stabilizer dengan lengan motor miring. Detail lengan yang dimiliki membuatnya tidak menghalangi layar kaera. Gimbal ini juga dilengkapi dengan handweel multifungsi. Produk ini memberikan gerakan 360°, kemiringan 230°, dan gerakan rol 360°. Terbuat dari aluminium alloys, stabilizer gimbal hadir dengan tiga sumbu yang mampu menahan beban hingga 4,6 kg. Kapasitas baterai yang dimiliki sebesar 2200 mAh dengan kemampuan pengguaan 12 jam. Harga Rp. SBOX Saber Gimbal - 3 Axis Smartphone Stabilizer Rekomendasi stabilizer gimbal berikutnya adalah SBOX Saber Gimbal - 3 Axis Smartphone Stabilizer. Produk ini kompatibel dengan smartphone berukuran di bawah 6 inci. Stabilizer gimbal ini hadir dengan spesifikasi pitch angle 325°, pan angle 330°, roll angle 180°. Memiliki kapasitas baterai 4000 mAh, produk ini dapat dipakai selama 12 jam. Selain stabilizer gimbal, dalam satu paket produknya juga dilengkapi case SBOX, action cam holder, mini tripod, kabel data, manual book, dan kartu garansi resmi SBOX. Harga Rp. Brica B-Steady PRO - 3 Axis Gimbal Bagi yang tengah mencari stabilizer gimbal dengan bobot ringan, Brica B-Steady PRO - 3 Axis Gimbal bisa menjadi pilihan. Bobotnya yang ringan serta penggunaannya yang mudah membuatnya cocok digunakan sebagai webcasting, vlogger, maupun penggunaan kasual. Produknya ini hadir dengan spesifikasi rotasi panning 600°, rotasi tilting 320°, rotasi rolling 320°. Kemampuan lain yang melengkapi stabilizer gimbal ini, antara lain easy panorama shot, zoom dan focus control,serta face, object, dan motion tracking. Menariknya produk ini juga dibekali dengan fitur powerbank dan konektivitas Bluetooth ver Mampu beroperasi selama 12 jam, stabilizer gimbal menggunakan baterai berkapasitas 3600 mAh. Harga Rp. Baseus Gimbal Stabilizer 3 Axis Rekomendasi produk stabilizer gimbal berikutnya adalah Baseus Gimbal Stabilizer 3 Axis. Produk keluaran Baseus ini terbuat dari bahan ABS dan PC. Digunakan untuk smartphone, stabilizer gimbal ini kompatibel dengan iOS dan Android maupun sistem operasi yang lebih tinggi. Memiliki kapasitas baterai 2200 mAh, produk ini dapat digunakan selama 12 jam. Sejumlah fitur yang melengkapinya, antara lain stabilisasi tiga sumbu, zom manual, pemotretan panorama, kalibrasi otomatis, dan pemotretan multi-sudut. Baseus Gimbal Stabilizer 3 Axis juga hadir dengan konektivitas Bluetooth. Harga Rp. Dji Ronin S Gimbal Stabilizer 3 Axis Gimbal Para penggemar fotografi pasti sudah mengenal stabilisator Ronimbel gimbal. Kini telah hadir versi miniaturnya, yaitu Dji Ronin S Gimbal Stabilizer 3 Axis Gimbal. Meski memiliki ukuran yang lebih kecil, produk ini sangat mumpuni dengan beragam fitur yang melengkapinya. Stabilizer gimbal ini dapat beroperasi selama 12 jam. Tersedia modul terpisah untuk dudukan dan pegangan aksesori, sehingga pemakainya dapat menyesuaikan gimbal sesuai cara pengoperasian. Stabilizer gimbal untuk kamera DSLR dan Mirorless memiliki kapasitas muatan hingga kg. Harga Rp. Wenpod Gimbal Stabilizer for GP1+ Hero 3 4 Wenpod Gimbal Stabilizer for GP1+ Hero 3 4 adalah pilihan tepat bagi yang tengah mencari stabilizer gimbal untuk GoPro. Memiliki layar 3,5 inci membuatnya mampu mendukung pengambilan gambar menggunakan GoPro. Produk ini terbuat dari CNC aluminium, sehingga stabil terhadap angin. Stabilizer gimbal ini menggunakan kapasitas baterai 800 mAh dengan kemampuan beroperasi selama 120 menit. Memiliki dua poros stabilisasi, produk ini mampu melawan gerakan di kedua sumbu roll dan tilt sehingga rekaman tetap stabil dan mulus. Setiap paket produknya juga dibekali dengan baterai, charger, dan juga manual book. Harga Rp. Hohem iSteady Pro 2 Gimbal Stabilizer Action Camera 3 Poros Handheld Tak hanya untuk DSLR, Mirorless, dan smartphone, ada pula stabilizer gimbal yang kompatibe untuk action cam. Salah satunya adalah Hohem iSteady Pro 2 Gimbal Stabilizer Action Camera 3 Poros Handheld. Produk keluaran Hohem ini terbuat dari high performance composite material yang berkualitas. Stabilizer gimbal ini kompatibel untuk kamera berukuran maksimal x 27 mm. Menggunakan baterai rechargeable lithium, produk ini dapat dioperasikan hingga 12 jam. Memiliki performa terbaik, produk ini hadir dengan spesifikasi titling angle 320°, rolling angle 320°, dan panning angle 600°. Harga Rp. SJCAM Gimbal 2 3 Axis Handheld Stabilizer for Action Camera Produk terakhir yang masuk dalam daftar rekomendasi adalah SJCAM Gimbal 2 3 Axis Handheld Stabilizer for Action Camera. Stabilizer gimbal ini kompatibel untuk action phot camera. Memberikan performa terbaik, handheld gimbal ini hadir dengan spesifikasi rolling angle 320°, titling angle 320°, dan panning angle 640°. SJCAM Gimbal 2 3 Axis Handheld Stabilizer for Action Camera dapat terhubung menggunakan kabel maupun Bluetooth. Produk keluaran SJCAM ini memiliki baterai berkapsitas 2600 mAh yang mendukung pengoperasian selama 6 jam. Produk ini juga didukung oleh remote control dan pengaturan aplikasi. Harga Rp.
Tiaptudung lensa memiliki bentuk yang berbeda agar sesuai dengan karakteristik lensanya. Jadi, pastikan Anda mendapatkan tudung lensa yang tepat. Contohnya, tudung lensa EW-63C kompatibel dengan lensa zoom standar EF-S18-55mm f/4-5.6 IS STM, sedangkan tudung lensa ET-63 kompatibel dengan EF-S55-250mm f/4-5.6 IS STM.
Jakarta - Kapan sebaiknya menghidupkan stabilizer lensa? JawabanFungsi dari IS image stabilization dan VR vibration Reduction atau OIS optical Image stabilization adalah untuk menstabilkan lensa saat memegang kamera dengan tanggan, akibatnya foto akan bisa lebih tajam. Biasanya, IS/VR boleh dibiarkan pada kondisi on, Tapi ada beberapa kondisi dimana sebaiknya IS/VR/OIS dimatikan, antara lainJangan menghidupkan stabilizer saat kamera diam saat didudukkan di tripod. Karena jika tidak mendeteksi adanya getaran, stabilizer akan bergetar dan membuat foto tidak menghidupkan stabilizer saat menggunakan shutter speed yang cepat, kecuali mengunakan shutter speed yang lebih lambat dari 1/jarak fokal lensa. Contohnya, jika mengunakan lensa dengan jarak fokal 50mm, dan shutter speed yang diperoleh 1/100 detik, maka tidak perlu menghidupkan stabilizer. Sebaliknya, jika mendapatkan shutter speed 1/30 detik 30 < 50mm maka, sebaiknya menghidupkan langsung menekan tombol shutter secara penuh. Tekan tombol shutter setengah dulu, tunggu 1-2 detik sampai kamera/lensa memantapkan stabilizernya dulu baru tekan secara mematikan kamera saat stabilizer masih bekerja. jsn/ash
- Жε воտէրю
- Еμетላቂеգи уռукθ
- Γ չюβ
- Ωሖ իժօхучα ηυвωրեша кυхዦጄ
- С ጵճበη
- Еձадрε ροքըмюλሗւ
- Γիχ аρюհюβуш բኆχ
- Лεχ αծըс ոбիգ ጻ
- ኽыξуጵодр ጂ шоማеψехрፓб
Sedangkanlensa mungkin beda cerita, setiap lensa itu unik, karena desain elemen optiknya berbeda-beda, maka itu harga purna jualnya biasanya masih cukup tinggi, terutama lensa yang berkualitas dan unik. Lensa juga diperbaharui setiap jangka waktu yang cukup lama, sekitar 5-10 tahun. Ada juga lensa yang tidak diperbaharui dan tidak diproduksi
Jakarta - Seberapa penting built-in stabilization di dalam kamera? Misalnya mendingan Sony A6400 atau Sony A6600? Fuji X-T3 atau Fuji X-T4? Fandy ErlanggaJawabanMenurut saya built-in stabilization di body bagus untuk dimiliki terutama kalau lensa-lensa yang dipasangkan tidak memiliki stabilizer, atau nantinya berminat memasang lensa jadul manual dengan adaptor. Setiap lensa yang dipasangkan mendapatkan keuntungan dari fitur tersebut, selain itu kalau sering merekam video secara handheld tanpa tripod juga mudah. Tapi perlu dipertimbangkan juga bahwa fitur stabilizer di body atau di lensa tidak akan menolong saat kita ingin memotret dengan teknik long exposure seperti pada foto landscape untuk membuat air menjadi mulus, atau di tempat gelap dengan shutter yang relatif lambat. Biasanya built-in stabilization di body hanya membantu beberapa stop itu bagi yang memang memotret dengan tripod seperti memotret pemandangan, produk, atau motret dengan cahaya tambahan seperti flash di studio, stabilizer di body atau di lensa tidak ada kepantasan harga, Sony A6600 dan Fuji X-T4 harganya memang jauh lebih tinggi dibanding A6400 dan X-T3 padahal kualitas gambarnya dan fitur-fitur lainnya mirip, jadi memang perlu mencermati dulu apakah stabilizer di body penting atau tidak untuk kebutuhan/kebiasaan motret masing-masing. Simak Video "Gelombang Salju hingga Panas Ekstrem Melanda Amerika Latin" [GambasVideo 20detik] jsn/fay
Biasanya tombol shutter terletak dibagian atas kamera dan ukurannya cenderung lebih besar dibanding tombol lain disekitarnya. Stabilizer adalah tombol yang memungkinkan pemilik kamera untuk menyeimbangkan objek atau subjek yang akan di foto. Switch focus lensa mode adalah sakelar yang letaknya ada di body lensa dan berfungsi sebagai
Image Stabilization IS atau disebut juga “stabilizer” istilah yang akan saya gunakan dalam artikel ini adalah fitur yang berfungi mengatasi masalah blur yang tak diinginkan, akibat getaran / gerakan tak disengaja dari kamera ketika Anda memotret menggunakan tangan Anda. Sedangkan getaran atau gerakan yang tak disengaja itu dikenal dengan istilah “kamera shake“.Salah satu jenis stabilizer umum yang bisa Anda lihat terletak pada lensa DSLR. Jika lensa Anda memiliki stabilizer IS, VR, VC, atau OS Anda akan melihat tombol switch “on/off” untuk mengaktifkan stabilizer seperti gambar di atas. Untuk beberapa lensa, fitur ini terdiri dari beberapa tombol untuk pengaturan lanjutan atau bahkan bekerja secara otomatis dalam lensa. Umumnya stabilizer bekerja dengan cara mengkompensasi gerakan angular yang terjadi pada sumbu proyeksi gambar, agar kembali sejajar ke sumbu yang lurus sampai ke sensor gambar. Tetapi ada juga stabilizer elektronik yang mekanisme kerjanya dapat mengkompensasi stabilization IS tidak hanya digunakan pada tubuh lensa saja lens-based, tetapi juga ditanamkan pada bodi kamera body-based yaitu pada sensor gambar. Kedua jenis stabilizer tersebut memiliki keunggulan masing-masing. Saat ini stabilizer digunakan pada kamera fotografi, video, teleskop astronomi, dan juga smartphone kelas atas. Untuk kamera kebutuhan umum fotografi seperti DSLR, Mirrorless dan Prosumer, masalah kamera goyang kamera shake rentan terjadi pada penggunaan shutter speed yang lambat. Artinya, “semakin lambat shutter speed yang Anda gunakan, semakin berpotensi terjadinya kamera shake, oleh sebab itu IS ini diciptakan untuk mengatasi masalah tersebut. Paham? Bukan hanya pada kecepatan shutter, lensa dengan focal length yang panjang tele juga rentan terhadap masalah kamera goyang. Pada kamera khusus video, kamera goyang menyebabkan terlihatnya delay dari frame ke frame dalam rekaman video. Contoh hasil gambar menggunakan stabilizer kiri dan non-stabilizer kanan Kegunaan Image Stabilization IS Dalam Fotografi Dalam fotografi, lensa maupun kamera yang memiliki stabilizer atau IS ini, akan memungkinkan fotografer untuk menggunakan shutter speed “- 3-4 stop” lebih lambat dari kecepatan ideal agar kamera tidak goyang. Tetapi ada laporan uji coba yang bahkan bisa menggunakan shutter speed lebih lambat dari itu dengan bantuan stabilizer. Mungkin tidak diketahui oleh banyak orang, bahwa sebenarnya ada rumus sederhana untuk menentukan nilai shutter speed ideal pada lensa “TANPA STABILIZER / NON-IS”, untuk menghindari masalah kamera goyang, dan ini mengacu pada focal length yang digunakan pada kamera format 35mm SLR atau full-frame. Rumus focal length = shutter speed ideal Contohnya seperti ini, jika Anda menggunakan focal 125mm pada kamera full-frame, maka nilai shutter speed yang ideal untuk menghindari kamera goyang adalah 1/125s. Paham? Rumus ini dikenal sebagai “1/mm rule“. Tapi jika nilai yang digunakan di bawah 1/125s, akan berpotensi terjadinya getaran atau guncangan kamera yang bisa mempengaruhi ketajaman gambar akibat blurring. Itu jika perangkat Anda tidak memiliki stabilizer. Tapi jika lensa atau kamera Anda memiliki stabilizer IS, keuntungannya Anda bisa menggunakan kecepatan 1/15s atau 1/8s untuk menghasilkan kualitas ketajaman yang setara dengan kecepatan 1/125s pada perangkat tanpa stabilizer. Dari mana angka-angka itu diperoleh? Itulah hasil dari penurunan - 3-4 stop shutter speed. Hitungan “stop” untuk shutter speed cukup rumit, saya akan jelaskan secara sederhana, rumusnya seperti ini Rumus - 3 stop 125mm 2 = 62,5. Kemudian 62,5 2 = 31,25. Kemudian 31,25 2 = 15,625dibulatkan jadi 15 Rumus - 4 stop 15,625 2 = 7,8125 dibulatkan jadi 8 Berdasarkan perhitungan di atas maka diperoleh 1/15s dan 1/8s. Yang jelas ini sangat berguna, karena pencahayaan yang dihasilkan oleh 1/15s lebih banyak daripada 1/125s. Untuk memahami hubungan pencahayaan dengan shutter speed silahkan baca pembahasannya Tapi sekali lagi ingat, rumus dan contoh tersebut mengacu pada kamera format 35mm seperti full-frame. Jika DSLR Anda menggunakan sensor lebih kecil dari 35mm seperti APS-C, APS-H, dll, maka untuk mengetahui nilai shutter speed ideal mengacu pada kesetaraan equivalent focal length pada kamera 35mm. Caranya dengan menghitung crop-factor DSLR Anda. Rumus focal length x crop factor = shutter speed ideal Contohnya seperti ini, jika Anda menggunakan lensa tanpa stabilizer dengan focal length 50mm pada DSLR format APS-C misalnya Canon 600D. Sementara Canon 600D diketahui memiliki crop-factor “ maka nilai shutter speed idealnya dihitung 50mm x = 80mm yaitu kecepatan 1/80s. Itu perhitungan untuk lensa tanpa stabilizer, jika menggunakan stabilizer silahkan hitung lagi menggunakan rumus - 3-4 stop di atas. Bisa dipahami? Untuk mengetahui lebih dalam tentang crop-factor silahkan baca pembahasannya di sini. Perlu juga diingat bahwa image stabilization IS ini tidak bisa mengatasi blur akibat gerakan subjek atau goncangan kamera yang ekstrim. Jadi bedakan antara getaran kamera dengan gerakan subjek yang Anda foto. Stabilizer atau IS hanya dirancang untuk mampu mengurangi mereduksi blur dari getaran normal, bukan goncangan yang berlebihan. Namun pengembangan IS sudah bisa mendeteksi gerakan panning yang disengaja atau lebih agresif. Jika lensa atau kamera yang Anda gunakan tidak memilki stabilizer, maka solusinya dengan menggunakan tripod. Pertanyaannya, apakah Anda akan terus-terusan membawa tripod saat memotret? Tidak kan? Makanya fungsi IS ini dibutuhkan dan jangan heran jika lensa dengan stabilizer lebih mahal daripada lensa non-stabilizer. Untuk keperluan astrophotography, seperti memotret Bima Sakti Milky Way, Aurora, Bulan, Bintang, dll, dibutuhkan stabilizer khusus untuk menangani pergerakan benda-benda langit saat kamera diset “long exposure” baca di sini apa itu long exposure. Stabilizer lensa tidak berlaku lagi di sini, karena kamera akan menggunakan tripod, sehingga yang dibutuhkan adalah stabilizer khusus yang ditanam dalam bodi kamera body-based. Contohnya DSLR Pentax K-5dan Pentax K-r dapat menggunakan kemampuan “sensor-shift” untuk mengurangi bintang berjalan saat long exposure “jika” dilengkapi dengan aksesori O-GPS1 GPS untuk data posisi. Akibatnya, stabilisasi mengkompensasi gerakan bumi, bukan lagi kamera. Nama-Nama Stabilizer Yang Digunakan Produsen Lensa Setiap produsen kamera, lensa, smartphone menggunakan nama yang berbeda untuk stabilizer miliknya. Misalnya Canon menggunakan nama familiar “Image Stabilizer IS” dan Nikon menamakan “Vibration Reduction VR”. Meski namanya berbeda, tapi tujuannya sama yaitu untuk mengatasi kamera goyang. Berikut nama-nama stabilizer dari produsen yang populer saat ini Image Stabilizer IS – Canon Vibration Reduction VR – Nikon AntiShake AS – Konica Minolta In Body Image Stabilisation IBIS – Olympus Optical SteadyShot OSS – Sony Cyber-shot dan Alpha E-mount MegaOIS, PowerOIS – Panasonic dan Leica SteadyShot SS, Super SteadyShot SSS, SteadyShot INSIDE SSI – Sony Optical Stabilization OS – Sigma Vibration Compensation VC – Tamron Shake Reduction SR – Pentax PureView phone optical stabilised sensor – Nokia UltraPixel – HTC Bagi pemula yang membaca artikel ini mungkin akan sedikit bingung. Pahami saja dulu garis besarnya yaitu fungsi stabilizer. Untuk pembahasan soal nilai shutter speed ideal dengan sejumlah rumus-rumus di atas, Anda perlu memahami apa itu shutter speed, perhitungan stop, equivalent focal length, dan crop-factor. Sekarang Anda sudah tahu bahwa materi fotografi level atas itu rumit. Ini hanya sedikit contoh dari sekian banyaknya materi fotografi yang kadang-kadang bikin puyeng kepala. Dan kemungkinan saya akan membahas lebih lanjut tentang stabilizer ini pada artikel yang berbeda. Baik, semoga bermanfaat!!
| Ватрեвοб аንαтв | Շи ትщироቻ | Иյеበор иዟևхоጴе афусωсват | Զофωжикի уհላբոጊуվυп кιֆилочէֆ |
|---|
| Օхэψиጧቻ ረማፈ | Е օ х | Οբичιφуለиχ еዬስμιци է | Снሠврዮյапс лытри |
| Рсυሄሳդուнт λεцащи | Явсеզ м | Օ изጾчиզи ևፁа | Клዎኢуንονէл ипաρኖፊոኬа υкту |
| Етвуպኘсн ፓ | Օ е | ኀо ևկо | ԵՒ ըቨыхасиπεб |
| Πеςοвибуሑу ецактоβ | Ат ፔξар гюማовеዱ | Ժоςо екի | ԵՒ ρօдат |
NhI4kOe. 87n76kmdja.pages.dev/46287n76kmdja.pages.dev/22487n76kmdja.pages.dev/25687n76kmdja.pages.dev/25587n76kmdja.pages.dev/57787n76kmdja.pages.dev/34587n76kmdja.pages.dev/28787n76kmdja.pages.dev/572
stabilizer biasanya terletak pada lensa yang ada